Visiting Gili Trawangan-Indonesia

Setelah mengunjungi pantai Kute, pantai Tanjung Aan dan menjelajah wisata kuliner di area Senggigi, di hari ke2 kami berlima mengunjungi tiga kepualan Gili (Trawangan, Meno, dan Air). Tujuan pertama kami adalah Gili Trawangan, kemudian mencari boat untuk tour mengelili Gili Meno dan Gili Air dengan bonus snorkling di beberapa spot untuk menikmati indahnya terumbu karang dan ikan-ikan lucu yang berwarna warni.

-Pelabuhan Bangsal-

Dari Sengigi ke Gili Trawangan Via Pelabuhan Bangsal

Karena kami berangkat dari area Sengigi, jarak ke Pelabuhan Bangsal tidak terlalu jauh, sekitar 30 menit saja. Ada banyak pilihan transportasi untuk menuju Bangsal, mulai dari taksi bluebird, sewa mobil, hingga men-carter angkot. Dengan menjunjung tinggi semangat backpacker, maka kami memilih mencarter angkot seharga 100 ribu.

Pemandangan dari Senggigi menuju Bangsal cukup indah. Melewati beberapa pantai, salah satunya pantai Malimbu yang sempat juga kami kunjungi di hari berikutnya. Yang cukup unik dari pelabuhan Bangsal adalah sekitar 100 meter mendekati pelabuhan, tidak ada kendaraan komersil yang diijinkan lewat. Jadi pilihan bagi traveler hanyalah naik cidomo (seperti andong/dokar), atau berjalan kaki. Well tentu saja kami memilih berjalan kaki, sambil menikmati hamparan sawah yang sangat indah :)

we prefer walking to cidomo-ing

Untuk menuju Gili Trawangan, kami menggunakan public boat seharga 10.000/orang dengan kapasitas sekitar 40-an orang, plus sayur mayur dan buah-buahan yang dibawa penumpang. Kurang lebih dalam 20-30 menit, pulau Gili Trawangan sudah di depan mata. Yippiieeee :)

Semacam Pasar Terapung Saja :p

-our 10k boat-

This Is It, The Gili Trawangan

Kesan pertama Saya tentang Gili Trawangan adalah “jauh lebih keren dari Phuket” hahaha…. Damn, I Love Indonesia!!

Untuk boat mengelilingi Gili Air, Gili Meno dan juga snorkling, kita bisa membeli tiket seharga 100ribu/orang. Rute nya adalah mengelilingi kepulauan yang ada di sekitar Gili Trawangan, makan siang, dan snorkling di 2 spot (include memberi makan ikan-ikan). Karena saat itu cuaca sangat cerah, petualangan kami di hari itu pun sangat menyenangkan :) . Menurut saya, snorkling spot yang ada di Gili ini juga jauh lebih indah daripada Phuket. Terumbu karang dan ikan di Gili lebih berwarna-warni. Once again, i gotta say “Damn I Love Indonesia!!“.

Ipulz&Damar Snorkling

Untuk penginapan selama di Gili Trawangan juga ada banyak sekali pilihan tergantung budget. Pilihan tempat makan juga banyak, mulai dari cafe hingga warung tenda yang hanya buka mulai sore hari. Pengalaman sangat mengesankan adalah ketika tiba-tiba Saya ngidam indomie rebus, dan akhirnya  kami (Saya dan EidWard) berhasil menemukan cafe yang menjual menu indomie rebus plus telur. Hmmmmm rasanya enaaak sekali karena di Gili Trawangan harga indomie rebus plus telor adalah 20ribu hahahaha :P

-EidWard,Ipulz,Damar-

Yang paling Saya suka dari suasana di Gili Trawangan adalah view nya yang sangat indah. Sunrise nya yang romantis, dan juga sunset nya yang misterius. Untuk mengelilingi kepulauan Gili Trawangan, anda bisa menyewa sepeda (20-50ribu per hari), naek cidomo, ataupun dengan berjalan kaki. Semakin ke Barat, suasana di Gili Trawangan semakin sepi karena cottage-nya lebih eksklusif.  Kami bertiga sempat mengejar sunset ke arah Barat dengan berjalan kaki. Untunglah kami tidak menyewa sepeda, karena ternyata track untuk ke Barat cukup terjal, dan ditambah lagi ukuran nyamuk yang berkeliaran di Gili Trawangan ini  sebesar lalat :P

"Sunset", photo taken by AdityaWardana

Meskipun tidak mengabadikan indahnya sunrise di Gili, tapi Saya akan selalu merekam indahnya “moment sunrise” itu di hati dan memori otak Saya :) Yes i had thousand pictures of this  wonderful vacation in my mind…. Semoga esok nanti kita bisa mengunjungi Sekotong, kepulauan Gili Nanggu, dan ribuan pulau indah lainnya ^_*. Amin

Visiting Lombok: Kute Beach and Tanjung Aan

I definitely love Indonesia. Kali ini Saya akan menulis pengalaman traveling di beberapa pantai sekitar pulau Lombok dalam beberapa judul tulisan. Mulai dari perjalanan menuju pantai Kute Lombok, pantai Tanjung Aan, pantai Sengigi, kepulauan 3 Gili (Trawangan, Meno, dan Air), serta pantai Malimbu. Khusus di posting-an kali ini, Saya akan menulis tentang Pantai Kute dan Pantai Tanjung Aan terlebih dahulu :)

Bandara Internasional Lombok

Kemarin adalah first experience Saya mendarat di BIL (Bandara Internasional Lombok). Kesan pertamanya adalah bahwa desain bangunannya mirip sekali dengan bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, namun dengan ukuran yang lebih kecil. Karena masih relatif baru beroperasi,bandara ini cukup sepi dari kelengkapan infrastruktur pendukungnya. Jangankan coffeeshop semacam Starbucks atau pun gerai makanan semacam RotiBoy dan DunkinDonuts, kursi saja tidak tersedia! Yap, betul-betul tidak ada satupun kursi/bangku di area bandara. Jadi, anda harus rela memilih untuk berdiri, atau ngepor di lantai :( .

Well, semoga dana untuk pengadaan kursi dan fasilitas lainnya tidak dikorupsi ya :P   Malu euy sama negara lain yang kekayaan alam-nya biasa-biasa saja, namun bisa “dikemas” menjadi lebih indah karena didukung fasilitas yang nyamanan infrastruktur yang memadai.

Di terminal kedatangan, ada banyak penduduk lokal yang menawarkan rental mobil plus driver, juga berbagai paket-paket wisata untuk keliling Lombok, dan juga berbagai moda transportasi untuk menuju Gili. Secara umum, harga yang ditawarkan cukup oke, setidaknya harganya tidak beda jauh dengan Auto Bagus (perusahaan rental mobil plus driver) yang sudah saya contact sejak jauh hari. Untuk sewa mobil avanza 12 jam Rp 250.000,- dan jasa driver nya Rp 90.000. Jika overtime cukup menambah Rp 10.000/jam. Untuk pelayanan nya sendiri sangat oke, dan kebetulan saat itu driver kami Pak Slamet sangat helpful dan sangat membantu karena punya rekomendasi tempat2 oke di sekitar Lombok ^_*.

Pantai Kute-Lombok

Pantai Kute lokasinya sekitar 40 menit dari BIL. Karena saat itu kami berlima kelaparan, maka kami berhenti di salah satu tempat makan yang view nya oke karena background nya langsung pemandangan pantai Kute ^_*. Tempat makannya biasa saja, seperti gubug, menu nya pun standar (nasi goreng, capjay, ayam goreng, dsb), namun yang tidak standar adalah karena kami yang dalam kondisi super lapar harus menunggu sekitar 1 jam lebih baru masakannya dihidangkan hahaha. Kenyamanan makan pun sedikit terganggu karena ada anak-anak yang menjual suvenir (gelang2 batu, kain, dsb) dengan metode pemasaran yang amat sangat memaksa. So, kudu tega buat “tegas” ke mereka supaya acara makan siang tidak terganggu, terlebih lagi mereka tidak mudah putus asa dan kuat kemauan untuk terus “bertahan”.

nice view while enjoying lunch @Kute-Lombok

Daerah sekitar pantai Kute ini cukup sepi, hotel yang terlihat pun hanya Novotel. Dipinggir jalan sekitar area Novotel disediakan jalur khusus untuk pengendara sepeda. Anda bisa menikmati pagi dan sore hari (karena tidak panas menyengat) dengan bersepeda.  Area Kute ini sangat cocok untuk yang menikmati ketenangan dan kesunyian, tidak seperti area Senggigi yang cukup ramai. Menurut Saya pantainya pun lebih indah dan bersih daripada Senggigi.

Tanjung Aan

Jarak Tanjung Aan dari pantai Kute sangat dekat, sekitar 15 menit. Akses jalan nya juga cukup sempit, dan sepi. Pantai ini sangat indah. Pasirnya putih bersih, warna air nya indah, suasananya tenang damai, dan warna langit nya juga sangat mempesona. Bisa dikatakan Tanjung Aan adalah pantai terindah yang pernah Saya kunjungi, compare to pantai-pantai di Phuket-Thailand (“James Bond” Island, “The Beach” Island,dsb) pantai-pantai yang ada di Bali (Kute, Nusa Dua, Sanur,Dream Land, Tanjung Benoa, dsb)  Jogja (PaRis,Krakal,dsb) dan pantai beras basah di Bontang.

Untuk menyusuri hingga ujung pantainya, kita bisa berjalan kaki karena sayang sekali jika setiap sisi pantai yang begitu indah terlewatkan begitu saja. Ada bukit di sisi kiri pantai, jadi kalau kita mendaki hingga puncak bukit, pemandangan nya indah sekali…. Once again, i wanna sayI Love Indonesia“.

-Tanjung Aan-

-Tanjung Aan

-Tanjung Aan-

-Tanjung Aan

model:ipulz-my traveling buddy

model:pulz&damar-my traveling buddy

How Do You Define “Perfect Travel”?

Berlibur selalu menjadi aktivitas yang amat sangat menyenangkan. Terutama bagi kita yang merasa penat dengan rutinitas dan tumpukan pekerjaan selama ratusan hari kerja dalam satu tahun. Menikmati beberapa hari jatah cuti tahunan untuk berlibur menghabiskan waktu mengunjungi tempat unik dan indah tanpa memikirkan pekerjaan tentunya begitu menggoda iman. So, don’t let your job kill you. Have some fun, spend your fund for traveling. Trust me, it’s worth.

Dengan jatah waktu cuti yang terbatas (12 hari sudah termasuk hari libur nasional dan libur lebaran), merencanakan liburan dengan maksimal adalah PR utama. Jangan sampai dengan waktu yang demikian terbatas, liburan kurang menyenangkan dan hanya menyisakan letih dan juga tabungan yang terkuras habis. Jadi, perencanaan tempat tujuan, dana, spot lokasi yang akan dikunjungi, tempat menginap, dsb sangatlah crucial. Merencanakan liburan sejak jauh hari akan cukup membantu sehingga memungkinkan kita mempersiapkannya dengan matang. Indeed, preparation makes perfect ^_*.

Ada banyak alasan orang untuk berlibur. Ada yang sekedar ingin menghabiskan waktu, ada yang ingin mencari pengalaman selama perjalanan, ada yang ingin melihat pemandangan indah, ada yang ingin menikmati kuliner khas di daerah tertentu, ada yang ikut-ikutan ajakan teman, dan ada juga yang tergoda promo tiket pesawat murah. Pastinya, kesemuanya menyenangkan. Karena menurut Saya, inti dari sebuah liburan adalah untuk menikmati setiap perjalanannya, menikmati setiap keunikan yang ada, dan juga menikmati “hal-hal tak terduga” lainnya.

Percayalah, sekalipun mendapatkan pengalaman buruk saat berlibur (misalnya pesawat delay, ketinggalan bus, dsb), rasanya akan jauh lebih menyenangkan daripada hanya berdiam saja di rumah. Dan menurut Saya, hal terindah dari berlibur adalah kemampuannya untuk selalu memberikan “kejutan” tak terduga, meskipun kita sudah merencanakan dan mempersiapkan segalanya dengan begitu maksimal. Itulah uniknya berlibur, selalu penuh “kejutan” :) , baik kejutan menyenangkan maupun kejutan yang kurang menyenangkan.

Lalu, apakah definisi liburan yang sempurna (perfect travel) menurut anda? Pastinya jawaban kita akan sangat variatif, dengan berbagai alasan dan pendapat masing-masing. Nah, pada posting kali ini Saya akan sedikit bercerita tentang definisi perfect travel menurut intan sliw-black is colorfuL :)

Perfect travel bagi Saya harus memenuhi kesemua unsur yang ada di bawah ini:

  • Great Destination. Tempat tujuan berlibur haruslah menyenangkan, menimbulkan hasrat penasaran dan juga rasa menggebu yang membuncah. Tentunya travel destination ini harus direncanakan dan dipikirkan dengan serius.  Jangan sampai impian untuk berlibur dengan ceria gagal karena salah menentukan lokasi.
  • Best Traveling Buddy. Liburan akan menyenangkan jika kita bersama dengan orang yang menyenangkan dan “pas” di hati. Saya cukup selektif dalam menentukan teman traveling. Kenapa? Karena jika kita salah menentukan teman traveling, bisa-bisa liburan kita habis untuk berdebat dan bergumam dengan hasil akhir liburan menjadi menyebalkan. Yap, pilihlah traveling buddy yang tepat. Setidaknya “nyambung” untuk berdiskusi, memiliki ketertarikan akan hal yang sama, toleran, nyantai, dan tidak manja. Beberapa kali saya berlibur dengan teman-nya teman Saya. Dan semuanya asik-asik saja meskipun Saya baru mengenal mereka. Kenapa demikian? Karena Saya yakin, teman Saya pastinya juga hanya bersedia travelling dengan orang yang “nyambung” dengan dirinya. So,voila! I always had a great traveling buddy.. And as a bonus, we’re becoming a good friend then ^_*.
  • Lowest Budget. Jika berlibur ke tempat menyenangkan dengan dana besar, tentunya hal biasa. Namun, jika berhasil berlibur dengan budget minimal ke tempat-tempat yang menyenangkan tentunya amat sangat membanggakan. Makin murah, makin bangga. Terlebih lagi saat ini ada banyak maskapai penerbangan yang menawarkan harga yang “ajaib murahnya”. Selain itu, biaya juga bisa ditekan jika liburan dilakukan beramai-ramai sehingga dana untuk hostel dan transportasi bisa dibagi rata. Percayalah, berlibur ala backpacker sangat menyenangkan. Kaki pegal hingga lecet karena berjalan jauh, pundak pegal karena ransel yang berat sungguh-sungguh “ngangenin” dan bikin addicted.
  • Awesome Landscape and Landmark. Saya menikmati berlibur di tempat yang berpemandangan indah, pantai yang membuat mata terbelalak dan mulut menganga. Bangunan unik dan “khas” yang terlalu mempesona untuk dilewatkan tanpa difoto keindahannya. Aaaarrgghh membayangkannya saja sudah membuat perasaan ini begitu excited. Ya ya ya,,Tuhan menciptakan berjuta tempat indah di dunia ini dan begitu mempesona untuk dikunjungi.   Karena Saya cukup menggemari fotografi, kamera DSLR Canon bagaikan soulmate Saya saat travelling.  Berpanas-panas menatap terik matahari, memanjat-manjat, bahkan tiarap pun Saya rela, demi angle foto yang oke. Dan tentunya, karena Saya senang mem-foto, hampir dipastikan saat traveling sangat jarang ada foto diri Saya sendiri di kamera huhuhuhu… Jadi jangan lupa siapkan kamera terbaik untuk memfoto moment indah yang belum tentu bisa terulang kembali. So, let’s travel the world with me baby!!!
  • Unique Culture And Meet The Foreigners. Berada di tempat yang “berbeda” dengan tempat kita tinggal sehari-hari sangatlah menyenangkan. Menikmati dan mengamati budaya yang unik, bercakap-cakap dengan orang asing dengan bahasa inggris, menyapa penduduk asli dengan lambaian tangan dan senyuman. Bertukar cerita tentang pengalaman perjalanan masing-masing, bertanya tentang negara asal mereka, dsb. Oh God I already miss backpacking #tepuk jidat.
  • Amazing Culinary Experience. Berlibur tidak lengkap tanpa ber-wisata kuliner. Dimanapun lokasinya, pasti memiliki menu makanan dan juga minuman yang khas, mengundang air liur dan juga memanjakan gigi untuk selalu menguyah. Bagi muslim, terkadang cukup sulit untuk mencari makanan yang halal, dan terkadang resto cepat saji seperti Burger King dan McD adalah tempat yang paling aman. Namun tetap saja, mencoba makanan khas dari suatu daerah adalah fardhu ain :p Tentunya bagi kaum hawa yang menghindari berat badan melonjak saat berlibur, bisa disiasati dengan banyak berjalan. Sehingga sekali lagi, berlibur ala backpacker banyak manfaatnya, selain karena alasan efisiensi biaya, juga lebih menyehatkan. Hohohohoho

Well, sementara itu dulu.. Akan Saya tambahkan lagi nanti…

Least but not last, i can’t wait for my another journey to Lombok n Denpasar with my “special traveling buddy” next March.

It will be great and awesome!!

All We Need Is Just A Little Patience

Emosi sebagai sifat lahiriah yang pasti dimiliki setiap individu adalah fakta yang tak terbantahkan. Juga tidak perlu lagi diperdebatkan bahwa manusia memiliki “rasa” dan juga emosi.

Dalam ilmu psikologi, kemampuan seseorang untuk mengelola emosinya kita kenal dengan istilah EQ (emotional quotient) atau kecerdasan emosional yang merupakan kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan juga orang lain yang ada di sekitarnya. Howard Gardner (1983) mengatakan bahwa ada lima pokok utama dari kecerdasan emisional seseorang, yaitu (taken from wikipedia):

  1. Mampu menyadari emosi diri sendiri
  2. Mampu mengelola emosi diri sendiri
  3. Memiliki kepekaan terhadap emosi orang lain
  4. Mampu merespon dan bernegosiasi dengan orang lain secara emosional
  5. Menggunakan emosi sebagai alat untuk memotivasi diri

Terlepas dari penjelasan Gardner di atas, secara pribadi Saya meyakini bahwa kesemuanya penting dan saling melengkapi. Kelimanya akan terajut menjadi sulaman perilaku yang akan membentuk dan juga menguatkan karakter seseorang. Bagaimana mungkin kita mampu peka akan emosi orang lain jika emosi diri sendiri saja belum dapat dikelola dan dijinakkan?

Pun juga bahwa cara masing-masing orang untuk mengekspresikan emosinya juga beragam. Ada yang begitu ekspresif hingga berkata menyakitkan bagi yang mendengar, ada yang hanya diam tepekur, ada juga yang menitikkan air mata dalam diam. Pastinya, kesemuanya sah-sah saja sepanjang cara dan metode mengekspresikan emosi itu tidak berujung pada perbuatan melawan hukum (misalnya membunuh, mutilasi, dsb). Memang sih contoh yang Saya ambil cukup ekstrim, namun itulah kenyataannya. Mereka yang tidak berhasil mengelola emosinya bisa berbuat hal-hal yang nekat, merugikan, dan juga menyakiti orang lain.

Mengelola emosi sehingga setiap ucapan dan perbuatan yang dilakukan tidak merugikan dan menyakiti orang lain sepertinya klise sekali. Namun sekali lagi, pasti mampu dilakukan oleh setiap orang, sepanjang Ia mau berusaha dan mau mencobanya. Jika emosi adalah suatu hal yang fitrah dan pasti dimiliki, begitu juga dengan kesabaran. Saya meyakini bahwa setiap orang sudah dibekali Tuhan dengan sifat sabar, hanya saja terkadang Ia terlupa dan enggan untuk mengoptimalkan nya. Begitu pun Saya mengakui betapa indahnya sebuah hadist rasulullah yang menyebutkan “Berkatalah yang baik. Jika tidak, lebih baik diam”.

Semoga kita senantiasa menjadi manusia yang mau berusaha dan mau mencoba untuk mengendalikan, menjaga dan mengekspresikan emosi dengan cara yang baik, dewasa, dan juga tidak menyakiti perasaan orang lain. Mau berusaha agar setiap perbuatan yang dilakukan untuk mengekspresikan emosinya tidak merugikan orang lain. Mari kita coba ^_*

—————————————————————————————————————————————————

Take it slow, and it’ll work itself out fine, All we need is just a little patience

Take it slow and we’ll come together fine, All we need is just a little patience

(PATIENCE by GnR)

You’ve Got A Way

You’ve got a way with me
Somehow you got me to believe
In everything that I could be
I’ve gotta say-you really got a way

You’ve got a way it seems
You gave me faith to find my dreams
You’ll never know just what that means
Can’t you see… you got a way with me

It’s in the way you want me
It’s in the way you hold me
The way you show me just what love’s made of
It’s in the way we make love

You’ve got a way with words
You get me smiling even when it hurts
There’s no way to measure what your love is worth
I can’t believe the way you get through to me

It’s in the way you want me
It’s in the way you hold me
The way you show me just what love’s made of
It’s in the way we make love

Oh, how I adore you
Like no one before you
I love you just the way you are

It’s in the way you want me
It’s in the way you hold me
The way you show me just what love’s made of
It’s in the way we make love

It’s just the way you are


(taken from Shania Twain’s-You’ve Got A Way)

February, 17th 2012

Do You Copy, Eagle??

Welcoming February and It’s “True Colors”

But I see your true colors shining through
I see your true colors, and that’s why I love you
So don’t be afraid to let them show
Your true colors
True colors are beautiful, like a rainbow

(Phil Collins-True Colors)

Welcome February, please be kind to me like you always did this last 27 years.

Visiting Batu Cave-Kuala Lumpur, 6 Januari 2012

Ya ya ya,, kemarin adalah kali ke-sekian Saya menginjakkan kaki di LCCT Airport Kuala Lumpur. Kali ini karena proses transit sebelum melanjutkan penerbangan menuju Phuket-Thailand. Kebetulan, flight ke Phuket yang seharusnya boarding  jam 4pm delay menjadi jam 6pm. Jadi, ada spare waktu kurang lebih 7 jam karena Saya landed di KL hari itu jam 10-an.

Liburan ke Phuket via Kuala Lumpur kemarin Saya ditemani 3 orang teman, salah satunya om www.sigitwahono.blogspot.com yang mengatur semua itinenary kami, mulai keberangkatan dari Surabaya hingga Phuket. Ide mengunjungi Batu Cave juga muncul dari om sigit, dan pastinya Saya ikut saja. Berpetualang ke Batu Cave tentunya jauh lebih menyenangkan daripada duduk-duduk di airport selama 7 jam, meskipun waktu yang kami miliki untuk menjelajah Batu Cave sangat mepet karena jam 3pm kami sudah harus sampai lagi di LCCT untuk proses imigrasi dsb.

BATU CAVE

Dari LCCT, moda transportasi yang paling menyenangkan adalah KLIA Transit. Dengan 11RM for return, kita menuju KL Sentral. KL Sentral merupakan stasiun paling ramai di kota Kuala Lumpur, karena semua moda transportasi mulai dari kereta ekspress, monorail, hingga komuter semuanya transit di sini. Tiket KLIA Transit seharga 11RM (PP) yang Saya beli terdiri dari rute LCCT-Bukit Nanas (naik shuttle bus-nya KLIA Transit), lalu bersambung dari Bukit Nanas ke KL Sentral (naik kereta ekspress KLIA Transit). Total perjalanan dari LCCT ke KL Sentral sekitar 30 menit. Selanjutnya untuk menuju Batu Cave, perjalanan dari KL Sentral dilanjutkan dengan KTM Komuter. Cukup dengan 4RM for return, kita sampai di Batu Cave kurang lebih dalam waktu 20 menit.

KTM Komuter nya berhenti persis di depan Batu Cave sehingga meskipun sinar matahari sangat terik, kita tidak perlu berjalan kaki terlalu jauh. Dari tempat pemberhentian komuter, langsung terlihat jelas gundukan bukit batu kapur yang ditemani patung Hanoman dan patung Dewa Murugan (dewa-nya Hindu). Kalau menurut Saya sebagai penggemar cerita wayang (Mahabharata dan Ramayana), patung Hanoman nya kurang oke dari segi kostum maupun wujud nya. Tapi bisa saja karena Saya sudah terdokrin wayang versi Jawa-India ya sehingga berkomentar seperti itu soal wujud hanoman versi Malaysia :p

Lalu, ada apakah di dalam Batu Cave selain patung Hanoman dan patung Dewa Murugan???? Hmmmmmm cukup dilematis untuk menjawabnya karena Saya sendiri tidak berhasil mendaki ratusan anak tangga untuk mencapai puncaknya. Ya, pesan moralnya adalah jika anda tidak cukup fit lebih baik jangan memaksakan diri. Juga jangan nekat mendaki tangga dengan membawa ransel yang berat seperti Saya kemarin. Kenapa?? Karena jumlah anak tangganya sangat banyak, dan elevasi tangganya juga cukup curam, mungkin sekitar 70 derajat. Belum lagi ditambah dengan “gangguan” dari monyet-monyet di pinggir tangga yang cukup agresif untuk menerkam. Kesimpulannya, Saya hanya berhasil sampai 3/4 jumlah anak tangganya sebelum akhirnya duduk lemas lunglai karena nyaris pingsan.

Namun demikian, saya sempat mengambil beberapa foto Dark Cave (sebelum terduduk lunglai tentunya). Untuk foto kondisi di dalam Batu Cave, bisa dilihat di blog om sigit www.sigitwahono.blogspot.com karena ternyata menurut informasi yang diberikan, saat di dalam cave pun kita masih harus mendaki banyak anak tangga lagi.. Ampuun….  Thanks God I Quit. Laugh Out Loud =))

Well, perjalanan masih panjang nih,, harus bersegera kembali ke LCCT meskipun body masih lemes parah. Semangat untuk flight jam 6 menuju Phuket!!!

And my-another- traveling journey begins……. ^_*

Welcome January 2012

Ternyata sudah lama juga ya nggak update post di blog ini…

Pastinya ada banyak moment penting di awal tahun ini, mulai dari menganalisis pencapaian kinerja dan target di tahun 2011, menyusun rencana di tahun 2012, hingga berlibur ke Phuket bersama para workmate Semen Gresik di tanggal 6-9 Januari kemarin.

Tentunya saat menjelang detik-detik 1 January 2012 kemarin, gemerlap warna kembang api di langit komplek SG, kehadiran kedua orang tua yang datang menemani, dan juga tentunya suara seseorang di Bandung membuat awal tahun 2012 ini menjadi lebih bermakna.

Karena mood untuk menulis belum muncul, so maybe next time ya… It won’t be soon before long :p

-silence-

This silence wakes me, and make me realize that  the noises  we make kept me awake.

I miss our noises.

Past – Present – Future

Desember kali ini hadir berbalut misteri. Menyisakan tanya dan tantangan untuk selalu siaga mengakhiri 2011 ini dengan kegemilangan. Bulan terakhir di tahun ini yang dengan rendah hati memberi kesempatan untuk melukiskan cerita yang bergemintang di akhir 2011.

Gemilang dan gemintang, karena hidupku yang hanya satu kali ini  terlalu berharga jika hanya dijalani dengan berbagai hal yang biasa-biasa saja.

PAST.  Suatu akhir datang agar sesuatu yang baru bisa hadir. Namun penyambutan akan sesuatu yang baru akan menjadi sempurna jika hati ini sudah bisa “melepas yang lalu” dengan kegemilangan. Menjadi gemilang karena yang ingin diraih telah berhasil dicapai, yang tadinya dikejar kini telah berhasil dimiliki, yang sebelumnya diimpikan sekarang menjadi kenyataan, dsb. Bagaimana dengan 2011 ini?? Hmmm pastinya tak henti-henti berterima kasih pada Tuhan atas segala peristiwa dan pelajaran yang telah diberikan. Pelajaran untuk berani menertawakan derita, dan juga kerendahan hati untuk menangisi kebahagiaan. Pelajaran untuk menjalani takdirnya dengan berani, dan menghargai setiap detik yang diberikan. Even though your past is a history, make it worth remembering, for it’s not just an ordinary history.

PRESENT. Saya bukan ahli sejarah, dan pastinya juga bukan peramal masa depan. Saya hidup di masa sekarang, masa ini, saat ini, detik ini. Yang Saya tahu adalah bahwa setiap detik yang dijalani adalah ikhtiar. Dengan segala keterbatasan dan ketidak sempurnaan yang dimiliki, ijinkan Saya untuk selalu bersemangat sebagai seorang petarung. Jika pun jatuh terjembab, terluka, beribu nestapa dan lara lainnya harus dilewati terlebih dahulu sebelum Tuhan mempercayakan kebahagiaan yang dikelilingi gemintang, maka Saya ambil dan terima tantangan itu. Setiap detik ini adalah ikhtiar. Hari ini adalah kado yang Tuhan berikan, sehingga akan kujalani setiap detiknya dengan kerendahan hati dan rasa penuh syukur. Today is mine, and this every second is mine to decide.

FUTURE.  Karena Saya bukan dukun, masa depan adalah misteri yang penuh percikan kejutan. Misteri yang semakin indah karena dibalut dengan deretan harapan dan barisan kemungkinan. Dengan segala ketidaktahuan akan kemungkinan masa depan, aku akan menunggunya dengan berjuta keyakinan, doa, dan pengharapan. Hingga di masanya nanti, ia akan datang dan  menghampiri dengan berbalut kebahagiaan, di waktu yang telah Tuhan janjikan.  Just let tomorrow becomes a mystery.

 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 56 other followers